Jumat, 04 Oktober 2019
Sholat Istisqa di Kota Khatulistiwa
Hampir dua pekan beberapa daerah di Kalimantan dan Sumatera tertutupi kabut asap nan tebal karena kebakaran lahan. Berbagai upaya telah dilakukan untuk memadamkan api. Namun, ada banyak titik api. Sampai ada beberapa kiriman warganet yang memberi julukan “Negeri di Atas Awan.”
Sholat istisqa pun dilakukan oleh sebagian masyarakat di daerahnya masing-masing. Khususnya di kota kelahiranku, Pontianak. Pada hari Rabu, 18 September 2019 di halaman kantor Gubernur Kalimantan Barat.
Ini adalah potret Ayahku setelah mengikuti sholat istisqa,
Foto pertama menampakkan Ayah dan sebagian orang yang hadir di sana.
Foto kedua Ayah selfie dengan salah satu temannya.
Doa saya pada hari itu ; usaha, doa dan ikhtiar sudah dilakukan. Hamba tawakal kepada-Mu yang memiliki kuasa dalam menggerakkan awan dan menurunkan hujan. Semoga hujan segera turun agar kami yang tinggal di wilayah Indonesia yang sedang ditutupi kabut asap serta kemarau panjang bisa segera menghirup udara segar, bisa melihat langit biru nan cerah lagi, bisa mendapatkan air bersih yang layak pakai. Aamiin.
Alhamdulillah sejak tanggal 23 September 2019 hingga hari ini, tanggal 04 Oktober 2019 hujan turun mengguyur Kota Kelahiranku. Hujan yang turun membawa berkah, menghapus kabut dan memberi air bersih. Kota Khatulistiwa bersinar kembali.
"Allah-lah yang mengirimkan angin, lalu angin itu menggerakkan awan dan Allah membentangkannya di langit menurut yang Dia kehendaki, dan menjadikannya bergumpal-gumpal, lalu engkau lihat hujan keluar dari celah-celahnya, maka apabila Dia menurunkannya kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki tiba-tiba mereka bergembira." (QS. Ar-Rum 30: Ayat 48)
Teman-teman muslim yang dari Pontianak ada yang ikut sholat istisqa juga di sana?
Tinggalkan jejak dengan komen di bawah jika kalian hadir dan sudah membaca tulisan ini. Jangan lupa like dan share. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini. Sampai jumpa dicerita lainnya. ^_^
Langganan:
Posting Komentar (Atom)


Tidak ada komentar:
Posting Komentar